Talk Show

Pembukaan acara kedua yaitu Talk Show dimulai pada pukul 13.15 WIB dengan prolog oleh MC dan pembacaan CV moderator Bapak Ir. Mustaufik. Kemudian pada pukul 13.35 WIB prolog oleh moderator yang kemudian More »

Seminar Nasional

Pembukaan rangkaianacara Seminar Nasional, Talk Show dan Agricultural Food Competition dengan prolog oleh MC yang dimulai pada pukul 08.15 WIB di Auditorium Fakultas Pertanian dan dihadiri oleh 73 peserta baik mahasiswa maupun More »

Agricultural Food Competition season 7 (AFC)

Agricultural Food Competitionmerupakan rangkaian acara HIMATETA Food Festival yang dilaksanakan oleh dua belas kelompok mahasiswa pada tanggal 7 Juni 2014 di Lapangan Voli Fakultas Pertanian. Acara ini merupakan acara dimana masing-masing kelompok More »

POTENSI INDUSTRI PANGAN FUNGSIONAL

Kesehatan menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam pengembangan produk pangan dewasa ini. Sekarang ini, hampir semua jenis media selalu menyajikan info dan rubric kesehatan. Gaya hidup masyarakat menengah ke atas juga mengalami perubahan mengarah pada pola hidup sehat. Hal inI terlihat dengan makin banyaknya lomba-lomba olahraga, menjamurnya tempat gym, serta acara car free day yang banyak di isi dengan acara olahraga.
Hal ini didukung dengan makin meningkatnya prevalensi penyakit degenerative misalnya obesitas, diabetes, dan jatung koroner. WHO menyebutkan laju obesitas negara Asia paling tinggi diantara Negara lain. Diantara Negara-negara ASEAN, Malaysia menduduki posisi tertinggi dengan peningkatan obesitas dan overweight sebanyak 43%, diikuti Thailand 40%, dan Singapura 33%, Indonesia sendiri berada diposisi 7 dengan persentasi 16%. Hal ini makin membuat masyarakat lebih hati-hati dalam konsumsi makanan.
Tren ini tentu saja memengaruhi perkembangan industry pangan Indonesia. Inovasi baru mau tidak mau harus memperhatikan aspirasi konsumen, sehingga kemudian bermunculan produk baru yang menawarkan manfaat kesehatan, misalnya susu tinggi kalsium, gula rendah kalori, serta lainnya.
Tren pangan fungsional yang paling diminati mengarah pada weight management, kesehatan tulang atau energy. Saat ini inovasi terbaru mengarah kepada a healthier option dari bentuk produk yang sudah ada. Misalnya, akhir – akhir ini makin berkembang produk produk bebas/rendah gula atau bebas/rendah lemak. Hal ini sejalan juga dengan kepedulian akan perlunya membatasi asupan gula, garam, dan lemak.
Selain itu, akhir – akhir ini banyak produk baru yang diluncurkan untuk ibu hamil dan menyusui. Rupanya makin banyak young adult masuk dalam middle class customer. Saat menantikan buah hati, mereka memperhatikan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi keduanya. Produk untuk kecantikan juga diminati oleh kaum wanita, seperti pangan dengan ingredient kolagen, kaya vitamin E, dan mengandung superfruit.
Tren produk dengan klaim kesehatan juga menjadi peluang tersendiri bagi pangan lokal khas Indonesia, misalnya tempe. Berbagai penelitian menunjukan keistimewaan produk tersebut termasuk dalam memerangi resiko diare pada anak. Selain itu rempah rempah indonesi terbukti juga bermanfaat untuk kesehatan. Misalnya jahe. Pangan ini mampu menghangatkan badan, juga mengatasi mual dan kembung. Kedepannya, bahan baku lokal tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut. Diantaranya dengan mengolahnya sebagai ingredient produk pangan fungsional sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Pada pembuatan pangan fungsional faktor-faktor utama yang harus diperhatikan diantaranya manfaat bagi kesehatan, mempunyai organoleptik yang disukai konsumen dengan formulasi yang tepat, serta harga. Umumnya, pangan fungsional yang manfaatnya nyata pada kesehatan mempunyai harga yang lebih tinggi dibanding pangan sejenisnya. Contohnya mie yang ditunjukan untuk mengurangi berat badan, harganya menjadi beberapa kali lipat dari harga mie biasanya.
Namun demikian, perkembangan pangan fungsional dapat berjalan baik jika didukung dengan regulasi/kebijakan pemerintah. Pangan fungsional sulit berkembang apabila tidak disertai dengan klaim. Tanpa klaim yang jelas konsumen tidak akan tahu kelebihan dari produk tersebut. Regulator dapat berperan untuk meningkatkan perkembangan pangan fungsional di Indonesia dengan menyediakan positif list klaim kesehatan maupun pencegahan penyakit untuk berbagai produk yang memang sudah terbukti baik di negara Indonesia maupun negara lain. Indonesia juga terdapat pada klaim – klaim yang sudah diperbolehkan di negara lain misalnya Uni Eropa, Amerika serikat, dan jepang.
Sumber Foodriview

Hasil Screening Panitia PANGAN 2015

Berikut adalah nama-nama yang diterima dalam kepanitian PANGAN 2015. Untuk rapat perdana akan diadakan pada Minggu, 5 Juli 2015. Selamat berkontribusi!

Get Ready for Agricultural Food Competition Season 8!

1427891058169

 

Agricultural Food Competition (AFC) adalah kompetisi pengolahan pangan lokal menjadi produk baru yang memiliki nilai fungsional dan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Agricultural Food Competition Season 8 merupakan program kerja unggulan Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang tahun ini diselenggarakan pada tingkat nasional.

Agricultural Food Competition pada tahun 2015 ini mengangkat tema “INOVASI PENGOLAHAN PRODUK PANGAN LOKAL BERDAYA SAING GLOBAL”. kompetisi diselenggarakan dalam dua tahap yaitu tahap penyisihan dan tahap final. Pada tahap penyisihan, karya tulis yang masuk diseleksi hingga diperoleh karya-karya terbaik berdasarkan penilaian juri. Tim yang karyanya lolos babak penyisihan akan diundang untuk mempresentasikan produk olahannya. Babak final terdiri dari demo pembuatan dan presentasi produk.

Pendaftaran bisa dilakukan dengan mendownload formulir online yang disediakan, waktu pendaftaran dimulai 1 April hingga 5 Mei 2015. Untuk info lebih lanjut silahkan download Buku Panduan AFC 2015 atau menghubungi CP yang tersedia.

download: Panduan & Form AFC Season 8

Desa Mitra “Mengembangkan Usaha Masyarakat Desa Pajerukan Melalui Perluasan Pemasaran dan UKM”

Pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2015 telah dilaksanakannya kegiatan Desa Mitra. Acara ini di selenggarakan di Balai Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Panita pelaksana berjumlah 43 orang dengan 10 bidang. Desa Mitra dihadiri oleh 27 ibu- ibu PKK, Kepala Desa Pajerukan, Pengurus HIMATETA, Presiden BEM Kema Faperta, Ketua HIMATETA, Pembina HIMATETA serta tiga orang pembicara yaitu Ibu Dr. Ervina Mela Dewi, S.T., M.Si., Ibu Rozani Umdati, S.H., dan Bapak Kardi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada masyarakat Pajerukan untuk membentuk UKM, menjembatani transfer ilmu dan pengetahuan tentang UKM dan pemasaran, serta masyarakat dapat mengerti dan termotivasi tentang pembentukan UKM di Desa Pajerukan. Karena kita tahu bahwa di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas banyak usaha rumah tangga yang berdiri, namun tidak banyak yang mengetahui tentang kelebihan pembentukan UKM untuk usahanya. Melihat hal tersebut, panitia memberi upaya kepada ibu- ibu PKK serta pengusaha rumah tangga di Desa Pajerukan untuk diadakannya pembentukan UKM dengan memberikan sosialisasi tentang pembentukan UKM dan perluasan pemasaran sehingga usaha yang telah berdiri lama dapat lebih berkembang lagi dengan pemasaran yang lebih luas.

Listeria monocytogenes Penyebab Keracunan pada Produk Caramel Apples

Belakangan ini dunia pangan digemparkan dengan berita mengenai bakteri Listeria monocytogenes dalam produk Caramel Apple yang telah meracuni puluhan warga Amerika Serikat. Hingga Januari 2015 dilaporkan ada 32 pasien yang terinfeksi‎ Listeria, tujuh di antaranya meninggal dan lainnya dirawat di rumah sakit. Kasus ini terjadi di 11 negara bagian di AS.

Produk Caramel apple merupakan produk olahan dari buah apel yang kemudian diberi gagang dan dilapisi dengan karamel.  Kadang-kadang produk ini ditabur dengan potongan kacang atau lainnya dan dikenal sebagai taffy apple. Dalam skala industri, caramel apple dibuat dengan melapisi apel dengan lembaran karamel dan melelehkannya lalu membiarkannya memadat.

Inilah Cara Tepat Baca Label Kemasan Pangan

Menjadi konsumen cerdas dapat diawali dari sikap kritis saat membaca label kemasan pangan. Demikian diungkapkan Tetty Helfery Sihombing dari Direktorat Standardisasi Produk Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sayangnya, kesadaran membaca label kemasan pangan masih kurang pada masyarakat Indonesia. Dalam seminar bertajuk Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak, dan Baca Label Kemasan Makanan Rabu (20/6/2013) , di Jakarta, Tetty memaparkan langkah-langkah membaca keterangan pada label kemasan pangan.

Kodam IV/Diponegoro Tandatangani MoU Swasembada Pangan

Hari Kamis (15/1)  dilaksanakan penandatangan MoU tentang peningkatan swasembada pangan di Jawa Tengah antara Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dengan Kodam IV/Diponegoro yang berlangsung di Desa Gelagahwangi Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Penandatanganan MoU tersebut merupakan tindaklanjut dari perintah Presiden RI beberada waktu lalu dalam rangka mewujudkan Swasembada Pangan Nasional.  Kodam IV/Diponegoro siap mendukung Program Swasembada Pangan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada acara tersebut Menteri Pertanian  Amran Sulaiman menyampaikan terkait  permasalahan pertanian yang dihadapi di Indonesia. Permasalahan tersebut diantaranya masalah irigasi, benih, pupuk, alat mesin pertanian, dan penyuluhan.

Powered by WordPress | Designed by: photography charlottesville va | Thanks to ppc software, penny auction and larry goins