Category Archives: Uncategorized

PANDUAN Agricultural Food Competition Season 9

Agricultural Food Competition Season  9 diselenggarakan olehHimpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (HIMATETA UNSOED). Lomba ini diadakan setiap tahunnya, dimana AFC tahun ini diselenggarakan pada tingkat nasional. Agricultural Food Competition tahun ini mengangkat tema “KREASI PRODUK PANGAN LOKAL INDONESIA”.Kreasi produk pangan akan mengangkat produk pangan lokal yang sudah ada dandikembangkandengan inovasi terbaru agar mampu bersaingdi pasar global.

Kompetisi ini diselenggarakan secarabertahap yaitu tahap penyisihan abstrak, penyisihan karya tulis, dan tahap final. Pada tahap penyisihan, abstrak yang masuk akan diambil sebanyak 50% terbaik dari total abstrak yang masuk. Abstrak yang lolos kemudian dibuat karya tulis.Karya tulis yang masuk diseleksi hingga diperoleh 10 karya terbaik berdasarkan penilaian juri. Tim yang karyanya lolos babak penyisihan akan diundang untuk mengikuti babak final. Babak final terdiri dari demo pembuatan produk dan presentasi produk.Presentasi produk meliputi potensi produk, proses pembuatan, dan analisis kelayakan ekonomi produk.

Berikut panduan AFC Season 9 : Panduan-AFC-Season-9

Mengenal Lebih Buah Naga

Pitaya atau buah yang lebih dikenal sebagai buah naga adalah buah yang benar-benar indah dengan bunga yang mempesona dan warna yang mencolok. Buah naga biasanya berwarna merah gelap, walaupun beberapa diantaranya ada yang berwarna pink atau kuning.

1. Kolesterol pada buah naga

Menjaga hati tetap sehat dengan diet kolesterol rendah? Buah naga memiliki kolesterol rendah dan mengandung sangat sedikit kolesterol yang tidak sehat yang berasal dari lemak pada buah naga.

2. Vitamin C pada buah naga

Jumlah vitamin C pada buah naga sangat tinggi, dan buah naga juga menyediakan keseimbangan bagi tubuh karena kandungan vitamin C.

3. Antioksidan pada buah naga

Memakan buah naga sebagai sumber antioksidan akan membantu mencegah bahaya dari radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit lain yang tidak diinginkan.

4. Serat pada buah naga

Serat merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap manusia semenjak anak hingga lanjut usia, dan cara terbaik untuk mendapatkan serat alami adalah dengan memakan buah dan sayur. Serat yang terdapat pada buah naga tergolong sangat besar, dimana 1 gr serat sama dengan 100 gr buah naga segar.

Sumber : http://www.naturalfoodbenefits.com/display.asp?CAT=1&ID=41

Nanoteknologi Di Bidang Pangan

Semakin hari perkembangan teknologi semakin sangat berkembang. Semakin hari semakin banyak teknologi baru yang bermunculan, salah satunya ada nanoteknologi nih. Ya seperti yang udah terlihat dari namanya nanoteknologi ini adalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengontrol zat, material dan sistem pada skala nanometer, sehingga menghasilkan fungsi baru yang belum pernah ada. Kebayangkan dengan mengubah partikel suatu zat menjadi nano kita bisa mengubah sifat maupun fungsi dari suatu zat, akan ada banyak hal yang bisa dikembangkan dengan teknologi ini. Nah ini yang membuat teknologi nano ini laris manis di berbagai bidang. Mulai dari bidang kedokteran, farmasi, sampai ke bidang pertanian. Salah satu bidang yang sangat berpotensi untuk diterapkannya teknologi ini yaitu bidang pangan.

Penerapan Teknologi Nano dalam Industri Makanan
Produk pangan yang dibuat dengan teknologi nano disebut “ nanofood “ baik secara teknik maupun peralatan yang dipergunakan dalam proses pengolahan , produksi maupun pengemasan.
Secara umum penerapan teknologi dalam industri makanan dapat dibagi menjadi beberapa bidang , yaitu :

1. Dalam bidang proses ( processing )
Teknologi nano memberikan alternatif dalam pemrosesan makanan sehingga akan dihasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik . Penerapan teknologi ini dalam pemrosesan makanan meliputi dua hal , yaitu :

a. Sintesa bahan
Proses sintesa bahan meliputi pembuatan makanan fungsional. Makanan fungsional merupakan makanan yang dapat merespon kebutuhan tubuh akan suatu nutrien dan memenuhi kebutuhan itu dengan cara yang efisien. Salah satu contoh yang sudah dikembangkan adalah nanocapsule yang mengandung minyak ikan tuna ( sumber asam lemak omega 3 ). Nanocapsule ini didesign untuk dapat pecah setelah mencapai perut , sehingga rasa tak enak dari minyak ikan tidak mengganggu .Produk lain yang telah dikembangkan adalah Nano-Sized Self-Assembled Liquid Structure ( NSSL ) yang merupakan teknologi yang dapat mengantarkan nutrien dalam ukuran partikel nano ke dalam sel .
Partikel nano yang dipergunakan dapat berupa ” soft particle ” yang berupa bahan organik atau ” hard particle ” yang berupa bahan non organik. Partikel nano yang dapat dimakan ( edible ) dapat dibuat dari bahan silikon atau keramik. Bahan yang lain juga dapat digunakan apabila dapat bereaksi dengan panas tubuh atau secara kimia dapat bereaksi dengan reaksi kimia dalam tubuh seperti polimer .

b. Proses pemecahan ( fraksinasi )
Proses fraksinasi secara umum adalah pemecahan ukuran molekul suatu senyawa sampai dengan ukuran partikel nano ( ukuran diameter 1 – 100 nm ).Proses ini banyak digunakan pada pembuatan emulsi , gel dan foam . Produk yang telah dikembangkan adalah ice cream rendah lemak dengan kandungan lemak berkisar 16 % sampai dengan 1 % . Ice cream jenis ini dibuat dengan cara memperkecil ukuran partikel emulsi sampai dengan ukuran nano .

2. Peningkatan cita rasa ( flavor and colour improvement )
Teknologi nano mamberikan pengembangan makanan interactive yang memberikan kebebasan konsumen untuk memilih rasa dan warna dari makanan yang akan dimakan. Pembuatan nanocapsule yang berisi warna dan rasa makanan memberikan peluang pada konsumen untuk memilih rasa dan warna yang diinginkan. Nanocapsule ini akan bersifat inert sampai dengan makanan dikunyah dalam mulut .

3. Pengawetan ( preservation )
Makanan merupakan komoditas dengan karakteristik mudah rusak dan tidak tahan lama .Untuk mempertahankan kualitas agar sama dengan pada saat diproduksi , maka produk makanan harus melalui proses pengawetan baik secara fisik maupun kimia .Teknologi nano memberikan cara baru dalam proses tersebut., diantaranya adalah :
– Pemberian nanopartikel silver dalam plastik pada saat produksi kaleng untuk penyimpanan makanan . Nanopartikel silver dapat membunuh bakteri yang hidup di makanan yang disimpan dalam kaleng. Hal ini dapat mengurangi resiko adanya bakteri yang membahayakan kesehatan.
– Penggunaan nanopartikel silikat dalam plastik film yang digunakan untuk pengemasan makanan. Partikel nano ini dapat berfungsi sebagai penghalang yang dapat mencegah perpindahan gas seperti oksigen dan uap air dari dan ke dalam kemasan makanan.Mekanisme ini dapat mencegah terjadinya kerusakan makanan.
– Penambahan nanopartikel zinc oksida pada plastik yang dipergunakan untuk pengemasan makanan. Partikel zinx oksida dapat menghalangi sinar ultraviolet . Disamping itu partikel tersebebut memberikan efek antibakteri , meningkatkan kekuatan dan stabilitas plastik film .

4. Keamanan ( safety )
Teknologi nano mengembangkan cara untuk menjamin keamanan suatu produk makanan. Penerapan nanosensor pada plastik yang dipergunakan untuk pengemasan , memungkinkan untuk mendeteksi gas yang keluar dari makanan yang sudah rusak . Gas tersebut akan memicu nanosensor sehingga nanosensor akan memberi respon berupa perubahan warna pada kemasan. Dengan perubahan warna tersebut , konsumen akan tahu bahwa makanan yang ada di dalam makanan tersebut sudah tidak dapat dikonsumsi .
Penggunaan nanosensor tidak hanya pada kemasan , tetapi juga pada proses produksi . Nanosensor dikembangkan untuk dapat mendeteksi bakteri dan berbagai kontaminan seperti salmonella yang mungkin ada di dalam makanan pada unit pengemasan. Dengan teknik ini , pengujian sampel dapat dilakukan lebih sering tanpa harus mengirim sampel ke laboratorium dan menekan biaya pemeriksaan.

5. Pengemasan ( packaging )
Sistem pengemasan untuk masa yang akan datang diharapkan mampu menutup lubang-lubang kecil pada kemasan dan memiliki respon yang baik terhadap lingkungan ( contohnya perubahan suhu dan kelembaban). Teknologi nano yang sudah diterapkan dalam bidang ini contohya adalah penggunaan ”clay nanocomposite ”yang disebut imperm dalam botol ringan , karton dan kemasan plastik film yang lain dan berfungsi sebagai penghalang yang bersifat impermeable terhadap gas- gas seperti oksigen atau karbondioksida .Nanocomposite ini banyak digunakan pada botol bir dan minuman ringan yang membutuhkan kemasan bersifat impermeableterhadap gas .

Sumber : https://riwaytekimunwahas.wordpress.com/2012/01/20/pemanfaatan-teknologi-nano-di-dalam-industri-pengolahan-bahan-makanan/

Apa yang terpikir dibenak kalian jika mendengar “ekstrak tempe/susu tempe”?

Tempe adalah produk makanan tradisional Indonesia yang berasal dari kedelai yang difermentasi menggunakan Rhizopus oligosporus. Seperti yang kita ketahui tempe memiliki berbagai kandungan gizi yang baik terhadap kesehatan. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Reggie Surya dan Winiati dalam jurnal “Production and characteristics of canned tempe extract” merupakan salah satu contoh dari diversifikasi pangan berbasis tempe. Susu tempe ini berbeda dengan susu kedelai. susu tempe/ekstrak tempe dibuat dari potongan tempe mentah yang diekstraksi dengan air matang dan kemudian diambil filtratnya sebagai produk serta ditambahkan bahan lain seperti daun pandan (80 g / L ekstrak tempe) ,bubuk vanillin (20 g ekstrak / L tempe) dan madu sebagai pemanis. Ekstrak tempe ini mengalami proses pemanasan 100oC selama 2 menit. Susu tempe dengan volume 150 ml diisi ke dalam kaleng yang kemudian disterilisasi.

Mengkonsumsi satu kaleng susu tempe dapat memberikan kontribusi 3% energi dari kebutuhan sehari-hari, 11% kebutuhan protein harian, 3% kebutuhan lemak sehari-hari dan 2% dari karbohidrat harian. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tempe mengandung Fitoestrogen disebut isoflavon. Dalam tubuh manusia, isoflavon dapat bertindak sebagai antioksidan, antikanker, anti-osteoporosis , agen hipokolesterolemik dan antiaging. Dan pada satu kaleng susu tempe ini dapat berkontribusi sekitar 25% dari konsumsi isoflavon harian yang disarankan.

Susu tempe/ Ekstrak tempe dilakukan melalui ekstraksi menggunakan air dan lebih praktis untuk dikonsumsi daripada tempe mentah. Selain itu, perlakuan termal yang diberikan serta pengemasan dengan pengalengan dapat memberikan umur simpan yang lebih lama dari produk tempe biasanya.

PANTA (Pelatihan Kepanitiaan) 2015

PANTA adalah suatu kegiatan pelatihan kepanitiaan untuk mahasiswa baru ITP 2015. Acara ini dihadiri oleh 75 orang peserta. PANTA kali ini bertemakan “Pentingnya organisasi dan kepanitiaan sebagai wadah aktualisasi diri” dengan nama acara “SAHOUN AYAM” (Bersama HIMATETA membangun aktualisasi yang aktif dan mandiri). Pelatihan kepanitian ini dilaksanakan dengan harapan mahasiswa baru mampu memberikan gambaran umum tentang kepanitiaan, memberikan informasi mengenai alur koordinasi dan job description bidang yang ada dalam kepanitiaan dan menumbuhkan rasa keinginan untuk berpartisipasi dalam kepanitiaan baik di dalam maupun di luar HIMATETA.

PANTA 2015 diadakan pada Jumat, 2 Oktober 2015 dengan berbagai rangkaian acara. Diawali dari pukul 15.00 WIB panitia datang dan melakukan persiapan acara. Peserta datang dan melakukan registrasi ulang pada pukul 15.30-16.00 WIB. Pembukaan PANTA 2015 dimulai dengan sambutan-sambutan yang dihadiri oleh tamu undangan dan peserta. Sambutan diberikan oleh ketua panitia Fadhilla Hapsari, ketua umum HIMATETA Muhammad Ikhwan Baihaqi, serta Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Dr. Ir. Siswantoro, M.P. yang sekaligus membuka acara PANTA 2015 secara simbolis. Pembukaan berakhir pukul 16.30 WIB dan dilanjutkan dengan acara yang kedua yaitu penyampaian materi yang dibawakan oleh Zakia Maulida sebagai moderador. Materi pertama mengenai “Wawasan organisasi dan kepanitiaan” disampaikan oleh M. Ikhwan Baihaqi selama 20 menit. Materi pertama selese pada pukul 16.50 WIB, dilanjutkan materi kedua mengenai “Struktur kepanitiaan, job description dan time management” yang disampaikan oleh Essix Fitriyani. Sesi tanya jawab dibuka pada akhir masing-masing penyampaian materi. Pemberian materi diakhiri dengan penyerahan piagam kepada kedua pembicara. Setelah pemberian materi, peserta dan panitia melaksanakan sholat magrib dan dilanjutkan dengan makan bersama pukul 17.40-18.30 WIB. Makan bersama antara peserta dan panitia diiringi alunan biola yang dimainkan oleh Galih (ITP 2014) dan akustik gitar yang dimainkan oleh Althof (ITP 2014). Acara pun dilanjutkan kembali pada pukul 18.30 dengan agenda pengaplikasian games. Pertama, pengarahan games dan pembagian kelompok serta pendamping disampaikan oleh panitia. Games yang dilaksanakan adalah membuat konsep sebuah acara, di mana setiap kelompok duduk bareng pendamping untuk mendiskusikan konsepnya. Setelah itu, satu per satu kelompok yang terdiri dari masing-masing bidang kepanitiaan sebuah acara yang telah dibuat, mempresentasikan hasil diskusi di depan para juri, yaitu M. Ikhwan Baihaqi, Essix Fitriyani, dan Fadhilla Hapsari. Tiga kelompok dengan konsep acara terbaik berhak mendapatkan hadiah berupa bingkisan makanan, yakni kelompok Robocop dengan pendamping Hana Zahidah, Astroboy dengan pendamping Astry Pratiwi, dan Ultraman dengan pendamping Pipit Nur Fitriani. Setelah pemberian hadiah, dilakukan foto bersama antar peserta. Rangkaian kegiatan PANTA 2015 berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Tiga Isu Pangan yang Kompleks di Indonesia

Peneliti Kebijakan Pangan, Crawford School of Public Policy, Australian National University, John F. McCarthy menyatakan bahwa Indonesia menghadapi tiga isu pangan yang kompleks. Isu pangan ini terjadi akibat adanya tumpang tindih dengan persoalan lain.

Adapun persoalan yang dimaksudkan, yakni pertama, kekhawatiran akan jumlah produksi domestik yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga bergantung pada impor yang harganya fluktuatif di pasaran internasional.

Kedua, naiknya permintaan komoditas pertanian. Ketiga, Indonesia telah menyatakan komitmennya terhadap program ekonomi hijau dan pembangunan pedesaan rendah emisi.

“Lalu bagaimana kebijakan untuk merespons ketiga isu tersebut bisa berjalan selaras sementara masing-masing mempunyai capaian yang berbeda bahkan berseberangan,” ujar McCarthy, dalam siaran pers-nya, di Yogyakarta, Kamis (11/6/2015).

Setidaknya, ada lima paradigma di dalam kebijakan pangan menurut McCarthy. Adapun lima paradigma tersebut pertama, swasembada pangan (food self-sufficiency) sebagai upaya mencapai angka produksi global. Kedua, ketahanan pangan (food security) yang menurut FAO bisa dicapai dengan memperkuat kapasitas penduduk untuk mengakses pangan terutama saat menghadapi rawan pangan dan masa panceklik.

Ketiga, kedaulatan pangan (food sovereignty), yakni dengan membantu petani maupun kelompok tani untuk memiliki akses dan kontrol yang belbih baik atas sumber-sumber pertanian.

Keempat, kebijakan pangan perlu mengarah pada pencapaian hak atas ketersediaan pangan yang memadai sesuai dengan amanat dalam perjanjian internasional. Kelima, memperhatikan prinsip-prinsip lingkungan.

Belakangan Indonesia meletakkan fokusnya pada satu pendekatan saja, yakni swasembada untuk beragam capaian kebijakan pangannya. Pembukaan lahan baru melalui pertanian berskala besar dianggap bisa mencapai tujuan swasembada. Namun, program swasembada belum tentu mampu mendorong tercapainya akses pangan dan kedaulatan pangan.

“Apakah cukup membantu mencapai hak pangan yang memadai? Mungkin baik untuk mengejar target produksi. Namun program tersebut belum tentu bisa memberi akses bagi petani miskin. Apalagi jika dikembangkan oleh perekebunan besar,” kata McCarthy.

McCarthy kembali mencatat bahwa kebijakan pangan Indonesia sebenarnya telah memiliki tujuan baik. Namun perhatian pada persoalan akses petani yang rentan terhadap rawan pangan dan hak pangan secara umum bisa diutamakan.

“Penelitian internasional menunjukan ketahanan pangan bisa mencapai hasil terbaiknya apabila program-program pangan pemerintah diarahkan pada pemberdayaan petani. Petani tetap bisa mengolah lahan pertaniannya sembari juga mendiversifikasi mata pencahariannya,” pungkas McCarthy.

Sumber :  ABD , Metrotvnews.com.

Tak Perlu Takut Mengkonsumsi Susu di Bulan Puasa

Siapa sih yang tidak kenal susu? Bahan pangan yang satu ini memang mempunyai beragam manfaat bagi tubuh, produk olahannya pun sangat beragam sehingga banyak pilihan yang tersedia bagi para pecinta susu. Namun masih banyak pula yang ternyata belum membiasakan mengkonsumsi susu setiap hari, padahal manfaat susu dapat terasa jika kita teratur mengkonsumsinya. Bagi kalian yang belum terbiasa mengkonsumsi susu setiap hari ,yuk simak beberapa manfaat susu berikut ini. .

  1. Menetralisir racun

Tidak hanya air kelapa yang dipercaya menetralisir racun, ternyata susu juga dapat menetralisir racun yang berasal dari makanan lain yang telah di konsumsi dan di serap oleh tubuh. Seperti membersihkan paru-paru dari racun-racun , membantu tubuh membuang racun akibat berbagai macam polusi yang terserap oleh tubuh melalui kulit, terutama mereka yang banyak melakukan aktifitas di luar ruangan.

  1. Membantu menguatkan tulang

 

Susu yang diminum secara teratur dapat membantu dalam menguatkan tulang hal ini karena kandungan Kalsium yang tinggi pada susu baik untuk kesehatan tulang, kalsium dapat mencegah terjadinya osteoporosis yang merupakan gangguan tulang yang rapuh. Maka dari itu tidak heran banyak produsen yang menjual produk susunya dengan promosi untuk mencegah penuaan, namun pada dasarnya semua susu mengandung kalsium yang dapat membantu menguatkan tulang dan manfaatnya dapat terasa jika kita meminumnya secara teratur.

 

  1. Membantu pertumbuhan

Manfaat susu yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi, susu dapat membantu pertumbuhan. Hal ini terletak pada kandungan kalsiumnya pula yang selain menguatkan tulang juga dapat membantu kinerja tulang untuk tumbuh secara maksimal. Namun tetunya manfaat ini dapat terasa jika kita teratur dalam mengkonsumsinya, seperti halnya untuk remaja ataupun anak-anak yang mengalami pertumbuhan tinggi badan.

  1. Memberikan energi

Mengkonsumsi susu dapat memberikan energi pada tubuh, seperti mereka yang sibuk, sehingga tidak memiliki waktu luang untuk sarapan. Susu menjadi sumber alternatif untuk memberikan energi pada tubuh. Sehingga aktifitas di pagi hari dapat energik dari sebuah susu. Selain itu manfaat susu juga dapat dirasakan wanita yang sedang menstruasi. Karena saat menstruasi tubuh cenderung lemas dan mudah lelah, tentunya hal itu dapat mengganggu aktifitas. Hal itu dapat teratasi dengan minum susu.

  1. Menjaga Kesehatan Dan Kelembaban Kulit.

Semua orang tentunya menginginkan kulit yang sehat dan nampak cantik, khususnya bagi kaum hawa. Nah, hal ini bisa diperoleh salah satunya dengan meminum susu secara teratur. Berbagai nutrisi serta vitamin yang terkandung didalam susu ikut berperan penting dalam hal menyediakan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh kulit anda. Jadi mulailah minum susu sebagai langkah awal memiliki kulit yang sehat.

  1. Menguatkan dan menyehatkan gigi

Kandungan kalsium dan vitamin D dalam susu berperan dalam membantu menguatkan gigi, mencegah gigi berlubang serta mencegah kerusakan gigi lainnya. Tapi selain minum susu, anda juga harus menggosok gigi sehabis makan dengan rutin pula.

Lalu bagaimana dengan mengkonsumsi susu dibulan puasa seperti sekarang ini ?

Ada yang menganggap bahwa mengkonsumsi susu saat berbuka puasa dapat membuat maag kambuh. Namun seperti yang telah dilansir Kalbe nutritional ,penderita maag boleh minum susu jenis apa saja, kecuali penderita alergi atau intoleransi susu. Sebelum minum susu, sebaiknya minum air putih lebih dahulu. kecuali penderita alergi atau intoleransi susu.

Selain itu menurut DR. dr. Fiastuti Witjaksono SpGk., MSc, Wakil Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) “Kekuatan tubuh manusia akan menurun saat berpuasa karena kita tidak mendapat asupan nutrisi selama kurang lebih 14 jam. Padahal, selama kita berpuasa, jumlah asupan nutrisi dan kalsium yang diperlukan tubuh sama jumlahnya saat kita tidak berpuasa,” Pakar gizi ini menjelaskan bahwa mengonsumsi susu saat sahur sangat baik karena bisa membantu seseorang menjaga rasa kenyang lebih lama. Menurutnya, susu mudah diserap sehingga kebutuhan nutrisi dan kalsium harian tetap tercukupi secara kualitas dan kuantitas.

“Anda tidak perlu khawatir terkena osteoporosis bila tidak mengonsumsi susu saat puasa. Karena proses osteoporosis terjadi jika Anda tidak mengonsumsi susu atau kalsium sejak balita. Agar susu dapat diserap secara maksimal, sebaiknya Anda mengonsumsi susu setelah sahur dan sesudah makan malam,” tutupnya.

Powered by WordPress | Designed by: photography charlottesville va | Thanks to ppc software, penny auction and larry goins