Apa yang terpikir dibenak kalian jika mendengar “ekstrak tempe/susu tempe”?

Tempe adalah produk makanan tradisional Indonesia yang berasal dari kedelai yang difermentasi menggunakan Rhizopus oligosporus. Seperti yang kita ketahui tempe memiliki berbagai kandungan gizi yang baik terhadap kesehatan. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Reggie Surya dan Winiati dalam jurnal “Production and characteristics of canned tempe extract” merupakan salah satu contoh dari diversifikasi pangan berbasis tempe. Susu tempe ini berbeda dengan susu kedelai. susu tempe/ekstrak tempe dibuat dari potongan tempe mentah yang diekstraksi dengan air matang dan kemudian diambil filtratnya sebagai produk serta ditambahkan bahan lain seperti daun pandan (80 g / L ekstrak tempe) ,bubuk vanillin (20 g ekstrak / L tempe) dan madu sebagai pemanis. Ekstrak tempe ini mengalami proses pemanasan 100oC selama 2 menit. Susu tempe dengan volume 150 ml diisi ke dalam kaleng yang kemudian disterilisasi.

Mengkonsumsi satu kaleng susu tempe dapat memberikan kontribusi 3% energi dari kebutuhan sehari-hari, 11% kebutuhan protein harian, 3% kebutuhan lemak sehari-hari dan 2% dari karbohidrat harian. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tempe mengandung Fitoestrogen disebut isoflavon. Dalam tubuh manusia, isoflavon dapat bertindak sebagai antioksidan, antikanker, anti-osteoporosis , agen hipokolesterolemik dan antiaging. Dan pada satu kaleng susu tempe ini dapat berkontribusi sekitar 25% dari konsumsi isoflavon harian yang disarankan.

Susu tempe/ Ekstrak tempe dilakukan melalui ekstraksi menggunakan air dan lebih praktis untuk dikonsumsi daripada tempe mentah. Selain itu, perlakuan termal yang diberikan serta pengemasan dengan pengalengan dapat memberikan umur simpan yang lebih lama dari produk tempe biasanya.

Powered by WordPress | Designed by: photography charlottesville va | Thanks to ppc software, penny auction and larry goins