Listeria monocytogenes Penyebab Keracunan pada Produk Caramel Apples

Belakangan ini dunia pangan digemparkan dengan berita mengenai bakteri Listeria monocytogenes dalam produk Caramel Apple yang telah meracuni puluhan warga Amerika Serikat. Hingga Januari 2015 dilaporkan ada 32 pasien yang terinfeksi‎ Listeria, tujuh di antaranya meninggal dan lainnya dirawat di rumah sakit. Kasus ini terjadi di 11 negara bagian di AS.

Produk Caramel apple merupakan produk olahan dari buah apel yang kemudian diberi gagang dan dilapisi dengan karamel.  Kadang-kadang produk ini ditabur dengan potongan kacang atau lainnya dan dikenal sebagai taffy apple. Dalam skala industri, caramel apple dibuat dengan melapisi apel dengan lembaran karamel dan melelehkannya lalu membiarkannya memadat.

Nama dagang produk caramel apples yang sudah terkontaminasi L. monocytogenes dan dilarang untuk dikonsumsi, yaitu Happy Apple (Lochirco Fruit & Produce, Inc), Karm’l Dapples, Carnival (California Snack Foods, of El Monte, California), dan Merb’s Candies (Sugar Daddy LTD). Produk-produk ini telah ditarik dari pasaran oleh perusahaan.

Selain itu dilaporkan apel jenis Granny Smith dan Gala dari perusahaan Bidart Bros di Amerika Serikat tercemar bakteri Listeria monocytogenes dan dapat menyebabkan penyakit listeriosis. Kontaminasi tersebut terjadi karena sanitasi yang kurang baik di packing house yang ada di California. Bidart Bros juga merupakan pemasok apel yang digunakan untuk produksi Caramel Apples dengan nama dagang “Granny’s Best” atau “Big B”.

Sebenarnya seberapa parah akibat yang ditimbulkan Listeria monocytogenes ini?

Sebelumnya seperti yang telah dikutip Suara Pembaruan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan, L. monocytogenes adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit, lanjut usia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Orang sehat yang terinfeksi mungkin menderita gejala jangka pendek seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare. Tapi pada perempuan hamil, infeksi Listeria dapat menyebabkan keguguran.

Listeria monocytogenes merupakan bakteri Gram-positif, dan motil/bergerak dengan menggunakan flagella. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 1 persen sampai 10 persen manusia mungkin memiliki Listeria monocytogenes di dalam ususnya. Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat, gejala dapat mencakup sakit kepala, leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, dan kejang. Gejala bagi mereka dengan sistem kekebalan yang lemah bakteri Listeria dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan meningitis atau infeksi otak.

Lalu bagaimana tindakan dari pemerintah Indonesia terkait masalah ini?

Pemerintah Indonesia melalui Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan RI, Bp. Widodo, pada tanggal 26 Januari lalu secara resmi melarang impor apel asal Amerika Serikat, khususnya apel jenis Granny Smith dan Gala yang dikemas di Bidart Bros, Bakersfield, California. Kedua jenis apel tersebut digunakan dalam produk olahan caramel apples.

Selain itu seperti yang ditulis liputan6.com , Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan sampai saat ini tidak ada satu pun apel atau pun produk lain yang terkontaminasi Listeria monocytogenes (L. monocytogenes) masuk ke Indonesia. BPOM telah melakukan inspeksi dan menjamin apel jenis Granny Smith serta Gala dari perusahaan Bidart Bros di California, Amerika Serikat, tidak ada di pasaran.

Di Indonesia sendiri, ternyata tidak ada produk impor olahan Caramel Apples dengan nama dagang tersebut. Namun sebagai tindakan pencegahan, BPOM melalui jejaring INRASFF telah berkomunikasi dengan Competent Contact Point (CCP) untuk menindaklanjuti masalah ini, yaitu Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan terkait pengendalian peredaran serta Kementerian Kesehatan terkait antisipasi potensi KLB keracunan pangan di Indonesia.

Karenanya masyarakat tidak perlu khawatir dan takut mengkonsumsi apel . Kepala BPOM, Roy Sparingga seperti yang ditulis dalam Beritasatu.com mengatakan bahwa produk apel diluar perusahaan Bidart Bros di California masih tergolong aman dikonsumsi. Beliau juga mengatakan sebetulnya bakteri L. monocytogenes ini bukan hanya ada di apel, tetapi di mana-mana. Pada kasus di California, Amerika Serikat, terbukti yang menyebabkan keracunan setelah mengonsumsi apel, adalah karamel apel yang tercemar.

“Terjadi keracunan ketika karamel ini dikonsumsi tanpa ada proses lebih lanjut. Tetapi yang lebih rentan adalah ibu hamil karena bisa menyebabkan keguguran, penderita HIV/AIDS, dan dan lansia,” kata Roy, di kantornya, Jakarta, Jumat (30/1).

Kepala BPOM juga mengatakan sebagai tindakan pencegahan, apel sebelum dimakan dicuci bersih dengan air mengalir dan dikupas kulitnya, maka sudah aman dikonsumsi. Kalau pun masyarakat masih ragu atau mencurigai ada apel yang terkontaminasi bakteri, bisa dibawa dan dilaporkan kepada Badan POM di Jakarta atau Balai POM di seluruh Indonesia dan dinas kesehatan setempat.

Powered by WordPress | Designed by: photography charlottesville va | Thanks to ppc software, penny auction and larry goins