Seminar Nasional

Pembukaan rangkaianacara Seminar Nasional, Talk Show dan Agricultural Food Competition dengan prolog oleh MC yang dimulai pada pukul 08.15 WIB di Auditorium Fakultas Pertanian dan dihadiri oleh 73 peserta baik mahasiswa maupun umum. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan-sambutan yang dimulai dari Ketua Panitia, Ketua Umum HIMATETA, Presiden BEM terpilih, Pembatu Dekan III Faperta dan Pembantu Rektor III Universitas Jenderal Soedirman yang sekaligus membuka acara ini secara simbolis.
Pada acara ini terdapat dua narasumber Seminar Nasional yaitu Ir. Deshaliman, M Madalah Kepala Bidang Harga Pangan Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan, Hariqo Wibawa Satria, M.Siadalah Pendiri Komunitas Peduli ASEAN dengan moderator Condro Wibowo, Ph.D. Sedangkan narasumber acara Talk Show yaitu FM Siddharta yang merupakan Pengamat UMKM Indonesia dengan moderator Ir. Mustaufik.
Acara dimulai dengan prolog dari Bapak Condro Wibowo, Ph.D kemudian dilanjutkan dengan pemateri I yaitu Bapak Hariqo Wibawa Satria, M.Si mengenai bagaimana cara menghadapi pasar global ASEAN perlu disiapkan komoditi pertanian yang menjadi andalan dalam perdagangan regional, harus menyiapkan produk pertanian andalan yang mampu bertahan dalam pasar domestik, dan juga produk yang mampu menyerang di pasar regional dan global. Selain itu Bapak Hariqo juga menekankan perlunya pendorong utama sebagai peran pemimpin, sepakat untuk tidak hanya  melihat ancaman tetapi melihat juga peluangnya.  Akan ada pasar tunggal  ASEAN pada 2015 nanti dan Indonesia belum siap menghadapinya. Berikut fenomena  pendukungnya antara lain: pertama komunitas  ASEAN 2015 belum  menjadi buah bibir, apalagi isu  utama dalam politik Indonesia. Kedua, minim sekali  soal Komunitas ASEAN  2015, contohnya pada perhelatan  ASEAN Inter Parliamentary  Assembly (AIPA) ke-33 di  Lombok, 16-22 September  2012 yang sepi liputan. Ketiga, ASEAN Study Center  (PusatStudi ASEAN) belum lama  ini dibentuk di Universitas  Indonesia, tepatnya pada Senin,  18 Maret 2013, sedangkan  ASEAN sudah dibentuk sejak  1967, dan 2009 sudah disusun  Road Map For an ASEAN Community  2015.  Keempat, jumlah pengusaha  Indonesia masih minim, hasil survei  entrepreneur Bank Dunia di  2008 memperlihatkan jumlah  pengusaha di Indonesia tertinggal. Jumlah pengusaha Indonesia  hanya 1,56% dari total penduduk  Indonesia, sementara  Malaysia sudah mencapai 4%,  Thailand 4,1% dan bahkan jumlah  pengusaha di Singapura sudah  mencapai 7,2% dari total  jumlah penduduknya.
Pemerintah harus memastikan Komunitas  ASEAN 2015 mensejahterakan  rakyat. Strategi perjuangan semesta dalam  menghadapi persaingan internasional  harus dilakukan, caranya  dengan terus memperkuat  NKRI Community untuk menghadapi  ASEAN Community  2015. Pemilu 2014 adalah alat  pemersatu, bukan sebaliknya.  Peran pemimpin daerah sangat  penting. Ingat, gubernur  bukan lagi semata kepala daerah.  Hariqo Wibawa Satria menambahkan bahwa dengan melihat semua potensi yang Indonesia miliki, tentu harus optimis.  Bung Hatta dalam maklumat  politik pemerintah RI, 1  November 1945 sudah mengatakan  “Kita bangsa Indonesia  pasti akan mampu memberikan  sumbangan yang bagus terhadap  kebudayaan dunia”.
Pemateri II disampaikan oleh Bapak Ir. Deshaliman, MM mengenai kebijakan penyelenggaraan pangan menghadapi persaingan di pasar bebas. Posisi pangan dalam pembangunan nasional terdiri atas kebutuhan dasar manusia maka pemenuhannya adalah hak asasi, pangan adalah budaya maka hasil adaptasinya yaitu antara manusia dan lingkungan, sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, pilar utama pembangunan nasional, berperan dalam stabilitas ekonomi, social dan politik. Tujuan penyelenggaraan pangan adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan, dan Ketahanan Pangan. Kondisi ketahanan pangan nasional bahwa ketersediaan energi perkapita perhari sudah melebihi Angka Kecukupan Energi (AKE), tingkat ketersediaan yaitu 2.200 kkal (WNPG 2004). Sedangkan ketersediaan protein perkapita perhari sudah melebihi Angka Kecukupan Protein yaitu 57 gram/kap/hari. Angka kecukupan protein tingkat Konsumsi 52 gram /kap/hari (WNPG 2004). Akses terhadap pangan rendah karena produksi atau pasokan rendah, distribusi tidak merata dan daya beli rendah. Permasalahan pangan nasional antara lain laju pertumbuhan penduduk yang masih tinggi (periode 2000-2014 = 1,3% per tahun) dengan jumlah penduduk yang besar (252 juta jiwa) ke 4 terbesar setelah china, jumlah penduduk rawan pangan masih relative tinggi (±13% dari total penduduk), konversi lahan pertanian masih tinggi dan tidak terkendali, kompetisi pemanfaatan dan degradasi sumber daya air semakin meningkat, beberapa daerah di Indonesia rawan bencana alam, yang menyulitkan bagi pengembangan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Arah kebijakan dan strategi ketahanan pangan yaitu dengan memprioritas pembangunan ekonomi berbasis pertanian dan pedesaan untuk menyediakan lapangan kerja dan pendapatan, memenuhi pangan bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan melalui pemberian bantuan langsung agar tidak semakin terpuruk serta pemberdayaan agar mereka semakin mampu mewujudkan ketahanan pangannya secara mandiri. Bapak Deshaliman juga mengatakan bahwa Indonesia belum siap menghadapi AEC 2015, hal ini terbukti bahwa sosialisasi baru gencar 2 tahun terakhir, jumlah penduduk lebih besar dari 252 juta jiwa, masyarakat cenderung konsumtif terhadap yang baru, infrasruktur yang kurang memadai, sumber daya manusia rendah, kompetisi produk dan adanya regulasi.
Pada pukul 10.55 WIB kegiatan sesi Tanya jawab dengan penanya pertama yaitu Gerry dari Biro HMPPI UNS, Bapak Agus dari UKM Sriboga, Rio dari Instiper Yogyakarta dan Fitria Dwijayanti dari HIMATETA. Acara sesi Tanya jawab ditutup pada pukul 11.45 WIB dengan closing statement dari masing-masing narasumber. Pada pukul 11.50 penutupan acara Talk Show dengan pemberian plakat kepada masing-masing narasumber. Pada pukul 11.56 dilanjut epilog dari MC. Acara Seminar Nasional ini selesai pukul 12.00 WIB dan kemudian istirahat makan siang.

Powered by WordPress | Designed by: photography charlottesville va | Thanks to ppc software, penny auction and larry goins