Pengembangan Potensi Daerah (PPD)

Pada hari Sabtu tanggal 19 April 2014 telah dilaksanakannya kegiatan Pengembangan Potensi Daerah (PPD). Acara ini di selenggarakan di Balai Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. PPD telah disiapkan selama 3 bulan. Panita pelaksana berjumlah 47 orang dengan 11 bidang. Pengembangan Potensi Daerah (PDD) di hadiri oleh 36 ibu- ibu PKK, Kepala Desa Pajerukan, Pengurus HIMATETA, serta Bapak Karseno ph,D sebagai pebicara.

 Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memngembangkan potensi pangan yang ada di Desa Pajerukan serta meningkatkan semangat warga Desa Pajerukan untuk membentuk suatu UKM. Kaerena kita tahu bahwa Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah dengan tingkat produksi ubi kayu yang cukup tinggi.Mengingat ubi kayu berlimpah, panitia memberi upaya kepada ibu- ibu PKK untuk mengolah ubi kayu menjadi produk olahan sudah dilakukan, dengan variasi produk yang olahannya masih sangat terbatas dan kebanyakan produk olahannya bersifat setengah basah atau produk dengan daya simpan relatif rendah. Bukan hanya pengolahan cara pengemasan yang kurang pun juga menjadi kendala. Hal ini menyebabkan jangkauan pasar yang dapat dicapai relatif terbatas dan jumlah bahan baku ubi kayu yang digunakan relatif sedikit.

 Susunan acara yang telah di buat oleh bidang acara berjalan dengan lancar. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pembukaan dan sambutan yang di sampaikan oleh Ketua Panitia, Ketua Umum HIMATETA, Presidium BEM KEMA FAPERTA, dan Kepala Desa Pajerukan. Pukul 09.20 acara berlanjut dengan materi pengemasan yang di sampaikan oleh Bapak Karseno. Ibu- ibu sangat antusias mendengarkan dan bertanya tentang pengolahan dan pengemasan. Setelah pemberian materi oleh Bapak Karseno, di lanjutkan kembali pada pukul 10.05 WIB yaitu praktek pengolahan. Di acara ini mengolah 2 produk yaitu Cassava Stick dan juga Kripik Kulit Singkong. Cassava Stick berbahan dari singkong sedangkan Kripik Kulit Singkong berbahan dasar kulit singkong yang biasanya di gunakan sebagai limbah untuk pakan ternak.  Nyatanya kulit singkong dapat di olah menjadi kripik.

Acara masih terus berlanjut, pada pukul 11.05 WIB yaitu praktek pengemasan. Produk dikemas oleh 3 kemasan yaitu dengan plastik, mika dan kertas. Alat – alat yang di gunakan untuk pengemasan yaitu Sealer, lilin dan, heckter. Disaat praktek pengemasan sudah selesai, dilanjutkan oleh riview tentang pengemasan pada pukul 12.00 WIB yang di berikan oleh Gina dan Farha. Untuk menghilangkan lelah para ibu setelah mengolah dan mengemas produk maka di aakan hiburan yaitu sebuah tembang lagu dan juga pembagian doorprize pada pukul 12.30 WIB. Setelah hiburan dan pembagian doorprize diadakan penutupuan pada pukul 12.45 yang di laksanakan oleh Ketua Panitia dan Kepala desa, serta pemberian plakat kepada kepala Desa.

Powered by WordPress | Designed by: photography charlottesville va | Thanks to ppc software, penny auction and larry goins